Welcome To My Blog

BIG MONEY

cara mudah dapat dolar tanpa menunggu pagerank tinggi

Thursday, 4 December 2008

AIR ES DI GUA HIRO

Subhanallah dengan rizki minnallah yg tak disangka sangka, pada tahun 1428 hijriah saya bisa kembali menunaikan haji yg kedua, saya berangkat pertama kembali pada tahun 1426, saya berharap ini bukan yg terakhir karena setiap saya berangkat saya selalu berdoa agar Allah memanggil kembali kesana.
Keberangkatan haji pada saat itu semula berniat untuk membadalkan haji bapak saya almarhum Abo Dali yg meninggal pada tahun 1965 dan sekaligus saya bertemu janji dengan kakak saya Iis Delilah untuk berangkat haji dari belanda karena kakak tinggal di Belanda yg saat itu kakak sedang menderita penyakit kanker dimana dokter memvonis bahwa kakak saya dapat bertahan hidup hanya 2 tahun. Diluar dugaan kakak saya yg lain yg tinggal diluar daerah (Bandung) berangkat haji ditahun 1427 saat itu saya baru mendaftarkan haji, ternyata kakak saya yg dibandung tak mau kalah mau berangkat haji sambil membadalkan bapak juga dengan membayar orang lain ditanah suci
( wah…...rupanya terjadi fastabiqul khoirot ). Kemudian niat saya dirubah untuk membadalkan nenek.
Pada bulan Ramadhan kira kira 3 bulan sebelum berangkat haji saya punya firasat kakak saya di Belanda yang menderita penyakit kanker tidak sampai umurnya ke haji, dengan firasat itu saya bernazar jika Allah memanggil kakak kembali pada Nya sebelum ke haji saya akan membadalkannya.
Ramadhan ke 23 hari ketika saya sedang itikaf di Mesjid At-Tin, saya mendapat kabar dari Belanda kakak meninggal dunia, saya terkapar lemas seperti ada yg hilang dalam hati saya namun saya bersyukur Allah telah menghilangkan penderitaannya untuk beristirahat panjang. Rasanya saya belum lama tilfun kakak ke Belanda untuk melatih dirinya agar selalu ber zikir.
Tibalah saatnya saya berangkat haji dengan niat membadalkan kakak, Begitu murahnya Allah yang Maha murah dan Maha kaya, saya dapat tambahan rizki untuk membadalkan nenek dengan membayar orang lain ditanah suci.
Ada salah satu agenda yang ingin aku penuhi keberangkatan haji saat itu adalah melihat gua Hiro dari dekat, karena tidak semua jamaah haji direkomendasikan untuk melihat gua Hiro dari dekat mengingat medan nya sangat berat, perjalanan untuk menempuh kesana memerlukan waktu kira kira 2jam, pada mulanya ketua rombongan saya tidak mengijinkan wanita ikut berhubung saya protes maka akhirnya diijinkan.
Setelah masa haji telah selesai, saya dan rombongan sekitar masih seminggu tinggal di Mekah karena saya menggunakan haji regular KBIH, disaat itulah rombongan menyiapkan agenda mendaki Jabal Nur untuk ziarah ke gua Hiro, pada pukul 04 malam rombongan berjumlah 16 jamaah dan ketua rombongan terdiri 11 jamaah laki laki dan 5 jamaah wanita berangkat dari penginapan mengendarai mini bus. Jarak Jabal Nur dari mekah lebih kurang 5 KM. Mini Bus yang kutumpangi berhenti diperumahan penduduk, saya terkejut dari rumah penduduk ke kaki Jabal Nur masih 100 meter dengan jalan menanjak yg sangat terjal walaupun jalannya sudah di aspal, ketika dalam perjalanan saya berhenti membeli tongkat wah…..aku berjalan dengan kaki tiga ternyata tongkat sangat membantu. Ketika sampai di kaki Jabal Nur saya tertinggal rombongan maklum usia saya yang sudah berkepala empat dan badan yang gemuk membuat jalan saya tidak secepat yang lain. Dengan kesendirian merayap rayap dalam kegelapan kaki saya melangkah dibebatuan yang terjal, sekelebat saya dilewati rombongan dari Negara lain yang kebanyakan dari Turki dan Iran sesekali aku merogoh kantong mengeluarkan premen satu kumakan selebihnya kubagi bagikan jamaah ibu ibu yg saya lewati. Setengah perjalanan saya beristirahat, saya duduk di batu besar tiba tiba didepan saya ada bapa bapa dari Turki menceramahi dengan ber api api tanpa kumengerti bahasanya tapi akhirnya aku mengerti dia menyemangati agar aku meneruskan perjalanan kembali kemudian aku meneruskan perjalan kembali, setelah setengah jam perjalanan kembali saya istirahat duduk di batu besar tiba tiba di depan saya ada seorang pemuda dari Turki memberi saya air Aqua dibotol setengah liter dalam keadaan es Subhanallah….. betapa girangnya saya karena itu air kegemaran saya. Seringkali dalam tahajud dan Zikir saya berdoa “ Ya Allah aku memohon cintaMu, cinta orang orang yang mencintai Mu jadikanlah langkah langkah ku semangkin mencintaiMu dan jadikanlah mencintaiMu lebih aku sukai daripada diriku keluargaku dan air dingin ,” saya tak menduga mendapatkan air es Jabal nur, dengan semangat dan tenaga luar biasa akhirnya saya sampai dipuncak dan bertemu teman teman rombongan namun suasana masih remang remang. Untuk melihat gua Hiro saya harus menuruni puncak sekitar 50 meter, didekat gua hiro lah saya solat subuh karena solat subuh di Mekah pukul 05. 30. Setelah meng abadikan gambar Gua Hiro dan puncak Jabal Nur melalui foto dan video saya menikmati mata hari terbit di puncak yang lebih menarik dapat melihat Masjidil Haram bermandi cahaya dari puncak.
Alhamdulillah saya sampai dibawah pada pukul 08 pagi, tongkat saya naik kepuncak kembali karena saya berikan kepada jamaah yang akan naik ke Jabal Nur.

Seja o primeiro a comentar

Post a Comment

Followers

Finansial dan Ilmu © 2008. Template by Dicas Blogger.

TOPO