Welcome To My Blog

BIG MONEY

cara mudah dapat dolar tanpa menunggu pagerank tinggi

Tuesday, 20 September 2011

SABAR

Pengertian Sabar
Ditinjau dari segi bahasa sabar berarti menahan, mencegah diri atau mengekang. Dalam QS.18:28, sabar berarti "Tahanlah dirimu bersama mereka ". Secara istilah sabar berarti " Menahan diri atas segala sesuatu yang tidak disukai karena mengharap ridho Allah SWT" (QS.13:22).
Istilah lain tentang sabar antara lain:

1. Bila berupa musibah disebut dengan shabar. Lawan katanya adalah keluhan (Jaza'), kecemasan atau kegelisahan (lihat akhir QS.14:21).
2. Bila menahan amarah disebut halim atau bijaksana. Lawan katanya menggerutu.
3. Sabar dengan rezeki sedikit disebut qona'ah atau rela dan puas. Lawan katanya adalah rakus.
4. Sabar dalam menahan syahwat perut dan seksual disebut iffah atau kehormatan dan martabat diri.



Menurut Imam Al-Ghazali sabar adalah sabar terhadap musibah yang tidak dapat dihindarkan atau tidak mampu berupaya menyelamatkan diri. Tapi bila seseorang mampu menghindarkan diri, menolak atau melawannya, maka dalam hal ini sabar tidak diperbolehkan.
Sabar yang terpuji ialah jika dilakukan pada saat yang tepat. Sedangkan bila terlambat tidak akan berharga atau bermanfaat (QS.14:21, 54: 14-16). Sabar yang terpuji juga motivasinya karena Allah SWT, bukan untuk memperoleh pujian atau tanda jasa dari manusia.

Macam-macam Sabar

A. Sabar menurut sasarannya terbagi dua, yaitu:
1. Fisik, yaitu menahan penderitaan badan (misalnya sakit yang berat atau luka parah ).
2. Mental atau nafsu, yaitu dalam menghadapi tuntutan adat kebiasaan atau dorongan syahwat.



B. Dalam Al-quran, terdapat banyak aspek kesabaran yang dirangkum menjadi dua, yaitu menahan diri terhadap yang disukai dan menanggung hal-hal yang tidak disukai.

Rinciannya adalah sbb :
1. Sabar terhadap petaka dunia, seperti bencana alam dan tantangan jaman. Yang demikian akan dialami oleh semua manusia, orang baik atau jahat, beriman atau kafir (QS.2:155-157).
2. Sabar terhadap gejolak nafsu :



· Menyangkut kesenangan hidup (QS.21:35,89:15-16,64:15,63:9,3:14-15)

· Menahan dorongan nafsu seksual (QS.12,4:25)

· Menahan marah dan dendam (QS.16:126)



3. Sabar dalam ketaatan kepada Allah, yaitu :



· Sabar sebelum ketaatan, yaitu denagn melurus niat dengan melawan riya dan penyimpangan lainnya (QS.98:5)

· Sabar pada saat bekerja yaitu dengan tidak melalaikan Allah dan tidak malas (QS.29:58-59).

· Sabar setelah selesai pekerjaan, yaitu dengan tidak merasa bangga karena riya dan mencari popularitas (QS.47:33,2:264)



4. Sabar dalam kesulitan berdakwah dijalan Allah, yaitu :



· Sabar dari berpalingnya manusia dari dakwah (71:5-7, 16:127)

· Sabar terhadap gangguan manusia, baik perbuatan ataupun ucapan (QS.73:10)

· Sabar terhadap panjangnya perjalanan dakwah(QS.2:214)



5. Sabar dimedan perang (QS. 8:45-47, 8:65-66)
6. Sabar dalam pergaulan antara manusia[4:19, 41:34-36]



Hikmah Cobaan bagi Orang Beriman
Secara umum kesabaran ditujukan kepada segenap manusia, karena dialah satu-satunya makhluq Allah yang dianugerahi akal dan selalu dibebani ujian serta cobaan. Imam Al-Ghazali berkata, "Sabar merupakan ciri khas manusia dan tidak dipunyai oleh hewan karena kekurangan-kekurangannya, dan tidak pula oleh malaikat karena kesempurnaannya." Secara khusus, yaitu ditujukan kepada orang-orang beriman, karena mereka akan menghadapi tantangan, gangguan, ujian serta cobaan jiwa dan harta benda.
Adanya cobaan bagi ahli iman merupakan suatu kepastian yang mengandung tujuan dan hikmah, yaitu :
1. Untuk membersihkan barisan mu'minin dari kaum munafik (QS. 3:179, 29:10-11, 22:11). Ujian yang dihadapi para da'i merupakan penegasan dan penyaringan terhadap tingkatan kaum beriman dan menyisihkan yang buruk seperti menyisihkan karat dari besi.
2. Mendidik kaum beriman dan menjernihkan hati mereka (QS. 3:140-142, 3:154).
3. Meningkatkan kedudukan orang-orang beriman di sisi Allah. Allah SWT meninggikan derajat mereka, melipatgandakan pahala, paling tidak menghapus dosa-dosa mereka. "Tidaklah seorang muslim karena kesedihan , kesusahan, kepayahan, penyakit dan gangguan dari yang menusuk tubuhnya kecuali dengan itu Allah mengampuni dosa-dosanya. " (HR Bukhari.)



REFERENSI
· Dr.Yusuf Al-Qardhawi, Al-Qur'an Menyuruh kita sabar, GIP.
· ISNET, Koleksi Bahan Tarbiyah, 1996
· Ibnu Qoyyim Al-Jauuziyah, Hikmah Cobaan, Pustaka Al-Kautsar



Saturday, 21 May 2011

Indahnya cinta

Ketika di pagi hari aku buka HP didalam ada SMS yang mengabarkan wafatnya ustazah yoyoh karena kecelakaan di cirebon sekembali dari jogjakarta setelah menhadiri wisuda anak pertamanya ananda Umar, rasanya aku hampir tak percaya, aku kontak teman yang lain juga sama merasakan tak percaya, rasanya begitu cepat dan usianya tidak terlalu tua beliau meninggalkan keluarganya, kami teman seperjuangan dan kepemimpinannya di DPR sebagai amanah yang di embannya, semangatnya beliau yang luar biasa, waktu tak cukup untuk memfasilitasi aktifitasnya dan fisiknya tak mampu menampungnya, semua di tunaikan tanpa ada merasa yang di abaikan, ketika ada yang mengharapkan kehadirannya namun tidak didapat, semua merasa maklum karena ada yang lain lebih membutuhkan dirinya, subhanAllah kami saling mencintai, Indahnya cinta karena ukhuwah
Ustazah Yoyoh sosok Muslimah yang mumpuni, brilyan dan ke ibuan yang lembut yang pantas menjadi contoh teladan bagi kaum wanita, dibalik keluarbiasaan beliau adalah dukungan suami yang penuh pengertian dan kemandirian anak2nya yang 13 orang. Rasanya aku tak mampu melukiskan lembaran hidupnya yang telah beliau lukis, dada ini selalu berzikir subhanAllah...subhanAllah...Engkau menciptakan hamba ini....namun Engkau ya Robby... dengan mudah tanpa perkiraan kami teman teman seperjuangan, telah memanggil kembali kepada MU, ya Robby...Engkau begitu sayang pada hambaMU ini...tempatkanlah beliau di sisi Mu di tempat yg terbaik karena beliau telah menyimpan kerinduan pada MU., Ya Robby ....bimbinglah kami dan teman teman seperjuangannya untuk mengikuti jejaknya dan smoga pasangan hidupnya dan keluarga teman temannya meridoi langkah langkah istrinya/ ibunya, untuk terus melangkah dalam perjuangan ini demi mengharapkan rido MU..
( ku tulis artikel ini dengan mata berkaca kaca, sangat terasa kehilangan sosok ustazah umat, kutulis dengan iringan nasyid 'bila waktu telah berakhir"/opick

Sunday, 9 January 2011

SUHARNA SOSOK MENTRI YANG INOVATOR

Iptek merupakan lambang kemajuan suatu bangsa, banyak orang berharap dengan kemajuan iptek dapat mengangkat dan mensejehterakan kehidupan manusia, tapi jika tidak memiliki kemampuan penguasaan, pemanfaatan dan pemajuan iptek hanya merupakan sebuah lambang saja. Agar iptek ini mampu pemanfaatannya maksimal maka perlu kerjasama antara pengguna iptek di kalangan industri dan masyarakat, dengan institusi litbang atau perguruan tinggi. Hasil-hasil litbang diarahkan untuk membentuk kemampuan mengadopsi dan mendifusikan kemajuan iptek dalam pemecahan masalah yang aktual di masyarakat, inilah ide yang dilontarkan Pak Suharna bahkan ide ini telah beliau terapkan dalam program kerjanya.

Mentri Riset dan Teknologi yaitu Pak Suharna yang dipanggil akrab oleh teman temannya Kang Harna, seorang bapak dengan memiliki 10 anak dari satu istri yaitu Ellydyawati.

Dibalik kesederhanaan dan keramahannya pada umumnya orang sunda, pak suharna memiliki ide yang brilian yang peduli untuk mengangkat kehidupan bangsa dan memanfaatkan kecerdasan anak-anak bangsa sekaligus menggali kekayaan alam yang selama ini tidak banyak di manfaatkan secara maksimal. Ketidak pedulian dan kemalasan bangsa dalam pemanfaatan dan pengolahan kekayaan alam negri ini karena bangsa ini lebih suka mengkonsumsi anak negri lain, bahkan lebih suka menjadi pekerja bangsa lain.

Beliau mengharapkan mengembangkan pendayagunaan iptek secara lebih inovatif di masyarakat serta dapat melandasi perkembangan iptek secara nasional karena saat ini hasil-hasil iptek dari lembaga litbang maupun perguruan tinggi masih belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat. Oleh karena itu, beliau memikirkan strategi untuk membangun masyarakat yang berbudaya iptek dilakukan dengan memberdayakan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan media lainnya. Berbagai media interaktif dapat dikembangkan untuk mengenalkan maupun menanamkan nilai-niiai iptek ke masyarakat.

Sebagai upaya meningkatkan penguasaan dan pemanfaatan iptek di masyarakat, menumbuhkan kegiatan penelitian, pertukaran informasi, dan alih teknologi akan membantu dalam pemecahan masalah di sektor pertanian, energi, transportasi dan sebagainya, termasuk bidang kesehatan dan pangan. Oleh karenanya, pengembangan budaya iptek di masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Dalam menanam nilai-nilai iptek ke masyarakat diperlukan dukungan dari berbagai komponen di masyarakat. Dari kalangan pendidik, pelajar, tokoh masyarakat, maupun kelompok Karang Taruna dan ibu-ibu PKK di kelurahan. Sehingga dapat mencapai sasaran yang di harapkan, karena selama ini masyarakat indonesia kebanyakan masih tradisional.

Pak Harna dengan arif mengatakan, besar harapan saya akan komitmen, pemikiran dan partisipasi dalam mendukung upaya-upaya pengembangan iptek untuk memberikan nilai tambah bagi kekayaan alam bangsa Indonesia.”

Beliau juga menekankan pentingnya peranan akademisi dan sebagai mahasiswa dalam rangka meningkatkan kehidupan masyarakat yang nyaman, sehat dan lestari. Memang benar bahwa pendidikan tinggi formal dapat memperdalam teori, memperkuat data dan membangun kerangka pikir dengan metode ilmiah. Namun bila kita ingin mengalihkan teknologi dari penemu ke masyarakat, maka faktor sosial dan budaya riil di tempat dimana teknologi itu diterapkan harus mendapatkan perhatian secara serius. Oleh karena itu peran mahasiswa dalam pengembangan, pemanfaatan, dan penguasaan iptek sangat diperlukan dalam membantu pemerintah untuk meningkatkan kemampuan teknologi di masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi masalah-masalah mendesak di negeri ini. Kementerian Negara Riset dan Teknologi mendukung program yang dilakukan oleh lembaga-lembaga riset dan perguruan tinggi termasuk mahasiswa dalam mempromosikan penemuan dan inovasi yang mengarah pada isu perkembangan yang berkelanjutan dan berkelingkungan.

Beliau juga memaparkan permasalahan pada iptek bahwa tidak semua masalah yang sederhana dapat diselesaikan dengan teknologi yang sederhana dan sebaliknya. Jika masalah-masalah meramal cuaca, memberantas hama, memperoleh air bersih, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mengatasi bencana alam diselesaikan dengan teknologi sederhana maka hal itu justru akan memperkuat lingkaran setan ketidaktahuan, kemiskinan, dan mengundang bencana baru. Oleh karena itu dukungan teknologi yang selaras dengan kemampuan, lingkungan hidup, kondisi sosial, dan budaya lokal perlu dijadikan pertimbangan oleh kita semua dalam memperbaiki kualitas dan taraf kehidupan kita

Yang sangat menarik, beliau mendukung keuletan para microbiologist yang menemukan berbagai mikroba unggul yang sebagian dimanfaatkan untuk teknologi pupuk, karena selama ini pupuk buatan dianggap telah merusak tatanan tanah. Semoga hasil karya anak bangsa yang cerdas seperti itu dapat dirasakan bangsanya sendiri. Terkadang sangat miris jika kita mendengar anak anak bangsa yang cerdas bekerja untuk negri lain karena iming-iming gaji yang besar atau memang dapat dukungan pengembangan riset lebih berkesinambungan.

Pak Suharna memaparkan keberhasilan kerjanya dengan mengkoordinasi kegiatan litbang pada Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Perguruan Tinggi, dan lintas sektot, antara lain:

1. LAPAN, telah berhasil mengembangkan Sistem RADAR Transponder Untuk Tracking 3 Dimensi. Roket ini dikembangkan dengan menggunakan instrumentasi pengukur jarak dan posisi roket yang akurat tanpa menggunakan GPS (Global Positionig System).

2. LAPAN juga telah berhasil mengembangkan sistem propulsi roket cair RCX300H yang dirancang mampu menghasilkan gaya dorong sampai dengan 300 kgf dengan waktu pembakaran yang dapat diset sesuai dengan suplai propelannya.

3. BPPT, telah berhasil mengembangkan teknologi perisalah, yang berfungsi merubah bunyi menjadi tulisan secara real time. Teknologi ini dapat dimanfaatkan membuat notulen secara cepat.

4. BPPT, juga telah berhasil mengembangkan desain kompor dan tabung LPG 3 Kg. Kompor ini untuk mengantisipasi ledakan yang terjadi karena kelemahan selang dan regulator.

5. ITB dalam inovasi kendaraan bermotor telah berhasil mengembangkan 3 jenis kendaraan hemat energi yang ramah lingkungan sebagai solusi teknologi terkait tantangan energi masa depan. Dua dari tiga kendaraan tersebut, yaitu HEAVe-EXIA dan RAJAWALI memiliki konsep Futuristic Prototype sementara CIKAL memiliki konsep Urban Concept.

6. ITB, dalam industri kreatif telah berhasil mengembangkan Penerapan Desain Produk Kontemporer dan Teknologi Hybrid pada Produk Bambu, yang mengedepankan teknologi dan seni dalam industri kreatif berbahan dasar bambu.

7. BATAN, telah berhasil menguasai teknologi reaktor kogenerasi yang iniovatif dan aman, yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

8. Lembaga Biologi Molekuler Eikman Tejah berhasil mengembangkan DNA Forensik yang menyumbangkan komponen penting pada berbagai kasus penegakan hukum atau sebagai bukti ilmiah yang tidak bersifat bias dan memihak serta memberikan fakta dari gambaran yang akan dievaluasi di depan pengadilan.

9. LIPI, telah berhasil mengimplementasikan inovasi teknologi Biofarm yang dikembangkannya kedalam dunia usaha, antara lain berbagai jenis pupuk ramah lingkungan.


Profil Suharna Surapranata

Tempat Tanggal Lahir: Bandung, 13 Desember 1955
Keluarga: 1 Istri, 10
Anak

Pendidikan
1. S1 Fakultas MIPA Universitas Indonesia (1978)
2.
S1 University of Tsukuba, Jepang (1986)
3. S2 Magister Instrumentasi dan Kontrol Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (1991)
4. Pendidikan Kepemimpinan Nasional Lemhanas KSA X (2002).

Riwayat Pekerjaan
1. Pendiri Yayasan Nurul Fikri
2. Peneliti di Badan Tenaga Atom Nasional (Batan)
3. Dosen Fakultas MIPA UI


Sunday, 14 November 2010

SELAMAT EID-UL ADHA MUBAROK

Free Orkut and My Space Eid-ul-Adha Graphics Glitters
Orkut Myspace Happy Eid-ul-Adha Comments & Graphics

Monday, 25 October 2010

PILKADA DEPOK DAN MAKAN BAKSO




Ketika saya membaca berita di ViVaNews.com, tentang PILKADA DEPOK dengan judul :

PENGAWAS TEMUKAN NURMAHMUDI PKS BAGI UANG

pada paragrap ketiga isinya antara lain :

Di beberapa tempat pemungutan suara, seperti Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis RW o4, beberapa orang melakukan serangan fajar. Di Kecamatan Bojongsari, Kelurahan Duren Mekar dan Kelurahan Pondok Petir, tim pasangan calon no 3 memberi makan bakso gratis sebelum dan sesudah mencoblos. Begitu juga terjadi di Kecamatan Sawangan, Kelurahan Bedahan, lurah setempat membagikan uang secara “door to door” untuk memilih pasangan calon no urut 3 Nur Mahmudi Ismail-Idris Abdul Somad.

Berita yang tertulis diatas membuat saya terkejut bercampur geli, karena rw4 kelurahan curug tempat saya dan teman-teman aktivis biasanya mampir untuk mengevaluasi PILKADA DEPOK. Seperti biasanya, ketika sedang lelah saya dan teman-teman melahap semangkuk bakso. Saat itu saya sedang memantau berita politik uang di rw4 kelurahan curug oleh timsukses no 2 yaitu pasangan Yuyun dan Pradi. Mengevaluasi PILKADA bukan saja melelahkan badan tapi juga melelahkan hati karena mendengar berita ketidak sportifan para elit politik peserta PILKADA DEPOK dan nyatanya tidak terjadi pemberian makan bakso gratis.

Dari hasil pantauan, undangan yang tersebar dari tingkat RW ke RT untuk tokoh-tokoh masyarakat diantaranya PKK, POSIANDU, RT, dan RW. Yang menarik bagi saya adalah surat undangan dengan kop surat LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ). Undangan itu berlangsung untuk tanggal 19 September 2010 di RW4 depan Masjid Al-Hidayah.

Acara pada tanggal !9 September ini diisi dengan ceramah dari Ustadz Lukman Sayadi MA (Tim sukses NO. 2) dan mempromomosikan Pradi. Saat itu hadir juga Pradi Supriatna. Lurah curug awalnya diundang, namun beliau tidak hadir karena sakit sehingga diwakili oleh Sekertaris Lurah. Hadir juga Bu Aminah sebagai sekertaris dua PKK dan sebagai PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) Curug. Kehadiran Tokoh Bidan Yatmiati mengejutkan kader PKS karena kedekatan Beliau dengan kader PKS dan sering hadir dan menunjukkan kepada pendukung PKS bahwa Beliau pendukung Nurmahmudi, tapi sesungguhnya dia adalah tim sukses no.2 yaitu pasangan Yuyun dan Pradi.

Dalam acara tersebut diumumkan pemberian uang dari Pradi untuk Mesjid 5 juta dan rw4 kelurahan curug juga 5 juta.



"SESUNGGUHNYA ORANG MUNAFIK ITU SELALU MENYEBARKAN BERITA DUSTA"

Friday, 10 September 2010

BELAJAR DARI NENEK


ALLAHUAKBAR...ALLAHUAKBAR.....ALLAHUAKBAR


Takbir mengumandang dengan penuh khidmad, hatiku merasa tercabik cabik menahan kerinduan, tak terasa mataku sudah berkaca kaca.

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa Ramadhan meninggalkan kita, mungkinkah kita masih memiliki umur untuk ketemu Ramadhan tahun depan, begitu indah mendengar takbir, tak terasa imam sholat sudah memulai sholat, kusimak ayat demi ayat yang dibacakan imam terasa nikmat menyentuh kalbu, betapa indahnya dan sejuk kalam sang kekasih, tak terasa imampun menyudahi shalat.
Begitu banyak nikmat yang kurasakan yang tak dapat dihitung, nikmat mana yang dapat didustakan manusia.

Tak terasa penceramah sudah diberdiri diatas mimbar, cukup menarik isi ceramahnya yaitu perihal memotivasi para jamaah untuk menghidupkan kebiasaan Ramadhan agar tetap dipertahan walaupun Ramadhan telah berakhir, yang lebih menarik beliau mengisahkan kehidupan nenek tukang penjual kue berhasil mendidik 11 anaknya menjadi orang yang berhasil baik berhasil finansial, berhasil anak anaknya memiliki titel, berhasil menjadikan semua anaknya menjadi anak soleh, selalu akur dan tak pernah bertengkar sesama saudara, ini merupakan dambaan para orang tua .

ketika penceramah mengawali cerita nenek, disebelah dudukku ada yang berkomentar " wah nenek nenek disebut sebut", kutengok orang yang duduk disebelahku, eh... ternyata nenek nenek : ) membuat ku tersenyum.

Penceramah mengisahkan keberhasilan nenek si tukang kue ini karena nenek ini rajin tilawah Quran, setiap malam selalu melakukan shalat malam,tak pernah meninggalkan sholat dhuha dan rajin puasa, subhanallah si nenek ini melakukannya dengan istiqomah.
Yang lebih mengejutkan si nenek tukang kue dapat memberi warisan rumah pada semua anaknya, subhanallah dengan kebiasaan ibadah ini Allah dapat memampukan si nenek menjadi berhasil mendidik anak anaknya

Thursday, 9 September 2010

SELAMAT IDUL FITRI 1431 H

Free Orkut and My Space Eid Mubarak Graphics Glitters
Orkut Myspace Eid Mubarak Comments & Graphics



TAQOBBALALLOHU MINNA WA MINKUM

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Monday, 26 April 2010

JADILAH KITAB WALAU TANPA JUDUL


Jadilah kitab bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.
Pepatah dalam bahasa arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin pemimpin yang tidak menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini telah kehilangan Ruuhul Jundiyah, yakni jiwa ksatria. Jundiyah adalah karakter keprajuritan yang didalamnya terkandung jiwa satria sebagaimana diwariskan pejuang dan ulama bangsa ini saat perjuangan kemerdekaan.

Semangat perjuangan (Hamasah Jundiyah) adalah semangat untuk berperan dan bukan semangat untuk mengejar jabatan, posisi, dan gelar-gelar duniawi lainnya (Hamasah manshabiyah). Saat ini, jiwa satria itu makin menghilang. Sebaliknya, muncul jiwa-jiwa kerdil dan pengecut yang menginginkan otoritas, kekuasaan, dan jabatan, tetapi tidak mau bertanggung jawab, apalagi berkurban. Yang terjadi adalah perebutan jabatan, baik di partai politik, Ormas, maupun pemerintahan. Orang berlomba-lomba mengikuti persaingan untuk mendapatkan jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Akibatnya, di negri ini banyak orang memiliki "judul", baik judul akademis, judul keagamaan, judul kemiliteran, maupun judul birokrasi, yang tanpa makna. Ada judulnya, tetapi tanpa substansi, tanpa isi, dan tanpa roh.

Padahal, ada kisah-kisah indah dan heroik dan berbagai bangsa di Dunia. Misalnya, dalam sirah shahabah, disebutkan bahwa Said bin Zaid pernah menolak amanah menjadi gubernur di Himsh (Syria). Hal ini membuat Umar bin Khattab RA mencengkeram leher gamisnya seraya menghardiknya, "celaka kau, Said! Kau berikan beban yang berat dipundakku dan kau menolak membantuku." baru kemudian, dengan berat hati, Said bin Zaid mau menjadi gubernur.

Ada lagi kisah lain, yaitu Umar bin Khattab memberhentikan Khalib bin Ghalib pada saat memimpin perang. Hal ini dilakukan untuk menghentikan pengultusan kepada sosok panglima yang selalu berhasil memenangkan pertempuran ini. Khalid menerimanya dengan ikhlas. Dengan singkat, dia berujar, "Aku berperang karena Allah dan bukan karena Umar atau jabatanku sebagai panglima." ia pun tetap berperang sebagai prajurit biasa. Khalid dicopot "judul"nya sebagai panglima perang. Namun, ia tetap membuat "kitab" dan membantu menorehkan kemenangan.

Ibrah yang bisa dipetik dari kisah-kisah tersebut adalah janganlah menjadi judul tanpa kitab: memiliki pangkat tetapi tidak menuai manfaat. Maka, ruuhul jundiyah atau jiwa satria yang penuh pengorbanan harus dihadirkan kembali di tengah bangsa ini sehingga tidak timbul hubbul manaashib, yaitu cinta kepada kepangkatan jabatan-jabatan, bahkan munafasah 'alal manashib, berlomba-lomba untuk meraih jabatan-jabatan. Semoga.

Oleh: KH Hilmi Aminuddin

Followers

Finansial dan Ilmu © 2008. Template by Dicas Blogger.

TOPO