Welcome To My Blog

BIG MONEY

cara mudah dapat dolar tanpa menunggu pagerank tinggi

Thursday, 2 April 2009

AKU BUKAN CALEG

Tulisanku tentang misteri situ gintung ternyata banyak menuai kritik, begitulah alam demokrasi, aku dan anak-anakku yang sudah dewasa terbiasa menghidupkan diskusi perihal politik , agama dan permasalahan hidup lain nya dan aku memberi kebebasan mereka untuk berbeda pendapat, namun di akhirnya aku mengingatkan mereka tentang ibadahnya, karena Allah akan menuntut hak nya dan Allah tidak suka pada orang yang berkata tapi tak beramal .
Aku terkejut ketika orang mengkritikku karena aku dikira caleg atau pejabat, karena aku memajang foto caleg maka aku hapuslah foto caleg temanku. Rupanya peristiwa situ gintung sangat sensitip sekali . aku hanya manusia biasa bukan caleg dan juga bukan pejabat dan juga bukan orang penting, tapi aku suka mempelajari pengalaman orang lain dan berbagai peristiwa disertai hikmah didalamnya secara baik maupun buruk. jika kehidupan sudah berakhir, kita tidak dapat lagi mencari hikmah untuk memperbaiki diri yang ada kepastian yang baik dan buruk ( yaitu surga penuh kenikmatan dan neraka penuh siksaan).

SIKSA DUNIA BELUMLAH SEBERAPA DIBANDINGKAN SIKSA NERAKA YANG ABADI

6 Comentários:

lutpiero said...

Turut berduka cita mba atas hujatan yang diberikan blogger lain.
Manusia kadang terlalu sombong untuk mengetahui bahwa dirinya terlalu bodoh untuk mengungkap semua ketentuan Allah.
Mereka lupa untuk mempelajari ayat-ayatnya dan lebih mengagungkan akal diatas segalanya.
Padahal Al-quran sendiri menyatakan tidak semua mesti nyata, ada hal-hal diluar nalar manusia yang harus kita percayai, dan semua itu sudah diberikan alasannya dalam Al-quran itu sendiri.
Alif Laaaam Miiiim, inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Yaitu orang-orang yang beriman pada hal-hal yang goib, mendirikan sholat, dan sebagian rizqi yang Kami berikan mereka infakkan. Dan mereka yang beriman dengan kitab yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu dan mereka yakin akan adanya akhirat.
Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya Dan merekalah orang-orang yang berbahagia (beruntung).
Al-Baqoroh ayat 1-5

rh said...

oh maaf bu. saya kira ibu caleg. memang lagi musim sensitif.

tapi tetap saja saya kurang spendapat tentang isi tulisan itu. boleh kan bu:)

rh said...

menambahkan lagi. saya sepakat dengan lutpiero.. tapi masalahnya menyederhanakan sebuah peristiwa yang kompleks apalgi menyebutnya sebagai azab tuhan merupakan sebuah hal yang buat saya mengerikan karena kita tidak punya hak untuk menyatakan itu.

Maaf saya tidak sanggup mengutip ayat, tapi ayat yang dikutip di atas menurut penafsiran saya justru menunjukkan bahwa ada memang hal dalam agama yang harus kita percayai meskipun di luar nalar. Memang ada!

Tapi sampai kapanpun menurut saya kita tidak berhak menentukan mana yang azab Allah, mana yang bukan.. Subhanallah, hanya Allah lah yang maha mengetahui..

Kita hanya bisa ikhlas menerima cobaannya.. cobaan.. bukan azab.. apalagi sampai dikaitkan dengan hal-hal seperti itu.

Maaf kalau ada yang tersinggung.. Saya hanya mengajak diskusi saja kok

akew said...

nyomot dari bung herryanto di politikana

"Tapi apakah jika tempat maksiat diberantas dan sang Ulama tidak tewas maka tanggul tidak akan jebol?"

Joe Spyder said...

Bunda apa kabar kog gak pernah maen lagi sih ke blog aku, gmana kabarnya?
Ada Award lagi di blog aku tuh di ambil ya bunda biar terus semangat

Sukses selalu ya bunda

lutpiero said...

“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” (Qs. al-Anfaal [8]: 25).

Imam Ibnu Katsir (w. 1372 H) dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir (II/300), berkata bahwa kata fitnah dalam ayat tersebut artinya ikhtibar (ujian) dan mihnah (cobaan).*12) Ibnu Katsir menerangkan, dalam ayat ini Allah memberi peringatan akan adanya cobaan yang merata yang menimpa orang yang berbuat buruk dan yang tidak berbuat buruk. Cobaan ini tidak hanya menimpa pelaku maksiat atau pelaku dosa, tetapi merata dan tidak dapat dihindari dan dilenyapkan. Beliau selanjutnya menerangkan pendapat Az-Zubair, Al-Hasan Al-Bashri, dan As-Sudi bahwa ayat ini berkaitan dengan sebagian shahabat yang terlibat dalam Perang Jamal. Selanjutnya, beliau menukil penafsiran Ibnu Abbas, yang dikomentarinya sebagai, “Ini tafsir yang bagus sekali.” (hadza hasan jiddan). Kemudian Ibnu Katsir memaparkan beberapa hadits Nabi SAW yang mendukung makna ayat. Berdasarkan hadits-hadits itu, menurut beliau, peringatan pada ayat ini berlaku umum untuk para shahabat dan selain shahabat, meskipun ayat ini berkenaan dengan shabahat.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak akan menyiksa masyarakat umum karena perbuatan orang-orang tertentu, hingga masyarakat umum melihat kemunkaran di hadapan mereka sedang mereka mampu mengingkarinya tapi mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka berbuat demikian, maka Allah akan menyiksa masyarakat umum dan orang-orang tertentu itu.” [HR. Ahmad dan Ath-Thabrani, dalam Al-Awsath]

Diriwayatkan, ada shahabat yang bertanya, “Wahai Rasulullah apakah kami akan binasa, sedang di tengah kami ada orang-orang saleh?’ Nabi menjawab, ‘Ya, jika keburukan telah meluas.” [HR. Muslim]

Jadi siksaan Allah di dunia itu ada pak rh, surat al-anfal diatas siksaan tersebut yang dimaksud adalah siksaan di dunia, jika diakhirat siksaan pasti hanya ditimpakan kepada penghuni neraka.
Demikianlah Allah senantiasa memberikan pelajaran dalam kehidupan, sebagai peringatan agar hal-hal buruk tidak berulang kali menimpa ummat manusia.

Post a Comment

Followers

Finansial dan Ilmu © 2008. Template by Dicas Blogger.

TOPO