AKU BUKAN CALEG
Tulisanku tentang misteri situ gintung ternyata banyak menuai kritik, begitulah alam demokrasi, aku dan anak-anakku yang sudah dewasa terbiasa menghidupkan diskusi perihal politik , agama dan permasalahan hidup lain nya dan aku memberi kebebasan mereka untuk berbeda pendapat, namun di akhirnya aku mengingatkan mereka tentang ibadahnya, karena Allah akan menuntut hak nya dan Allah tidak suka pada orang yang berkata tapi tak beramal .
Aku terkejut ketika orang mengkritikku karena aku dikira caleg atau pejabat, karena aku memajang foto caleg maka aku hapuslah foto caleg temanku. Rupanya peristiwa situ gintung sangat sensitip sekali . aku hanya manusia biasa bukan caleg dan juga bukan pejabat dan juga bukan orang penting, tapi aku suka mempelajari pengalaman orang lain dan berbagai peristiwa disertai hikmah didalamnya secara baik maupun buruk. jika kehidupan sudah berakhir, kita tidak dapat lagi mencari hikmah untuk memperbaiki diri yang ada kepastian yang baik dan buruk ( yaitu surga penuh kenikmatan dan neraka penuh siksaan).
SIKSA DUNIA BELUMLAH SEBERAPA DIBANDINGKAN SIKSA NERAKA YANG ABADI
